HomeDPRD Kalimantan Tengah

MBG Seruyan Disorot, Investigasi Diminta Jadi Acuan

  Katambungnews.com, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari meminta seluruh pihak tidak terburu-buru meny

Dukung Pariwisata, Sirajul Dorong Peningkatan Infrastruktur di Sekonyer
Siti Nafsiah Dorong UMKM Kalteng Go Digital
Legislator Soroti Tantangan Perkembangan Anak di Era Digital

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari

 

Katambungnews.com, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari meminta seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan adanya dugaan keracunan massal yang dialami ratusan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Seruyan.

Ia menekankan, verifikasi dan investigasi harus menjadi langkah utama agar informasi yang beredar benar-benar berdasarkan fakta di lapangan.

“Verifikasi dan investigasi menjadi langkah utama agar informasi yang beredar benar-benar berdasarkan fakta di lapangan,” kata Ansyari di Palangka Raya, Senin (3/8/2026).

Ansyari mengaku hingga saat ini masih berupaya memperoleh kepastian terkait informasi tersebut. “Terpenting saat ini adalah memastikan dulu kebenaran informasi tersebut. Karena sampai sekarang saya masih mencoba menghubungi untuk mengonfirmasi informasinya dan memang belum terkonfirmasi,” ujarnya.

Menurutnya, kehati-hatian diperlukan agar tidak muncul kesimpulan yang keliru sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan. Ia mengingatkan, kasus yang menyangkut kesehatan masyarakat harus ditangani berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun disinformasi.

Ansyari menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti benar, penyebabnya tetap harus dipastikan melalui proses investigasi.

“Artinya, kita harus memvalidasi dulu informasi ini agar tidak terjadi kesalahan informasi atau disinformasi. Namun, jika memang fakta di lapangan demikian, maka kita mendukung langkah BGN untuk melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur yang melakukan kesalahan. Perlu dipastikan juga apakah memang ada unsur kelalaian atau faktor lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memiliki mekanisme penanganan ketika muncul dugaan masalah dalam pelaksanaan MBG.

“Kalaupun memang benar ada kasus ini, apalagi jumlahnya tidak hanya terjadi di satu sekolah, tentu harus dilihat terlebih dahulu. Dari sisi bahan baku makanan, BGN sebenarnya sudah memiliki langkah penanganan. Biasanya dapur penyedia makanan akan langsung disuspend terlebih dahulu, kemudian dilakukan investigasi untuk memastikan penyebabnya,” pungkas Ansyari.

 

(rn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!