HomeDPRD Kota Palangka Raya

DPRD Minta Pemko Atasi Minimnya Nakes di Pustu Petuk Bukit

  Katambungnews.com, Palangka Raya - Akses layanan kesehatan di Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit, menjadi sorotan. Warga setempat

Perhatian Pemko Diharapkan Ketika Musibah Kebakaran
Pengembangan Potensi Pertanian Agrowisata Bagian dari Menjaga Ketahanan Pangan Daerah
Ajak Warganya Urungkan Mudik Selama Wabah Covid-19

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro.

 

Katambungnews.com, Palangka Raya – Akses layanan kesehatan di Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit, menjadi sorotan. Warga setempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan pelayanan medis akibat kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kota dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Jati Asmoro, menyampaikan bahwa persoalan ini mencuat saat dirinya melaksanakan kegiatan reses beberapa waktu lalu. Keluhan warga didominasi minimnya tenaga medis, terutama perawat dan bidan.

“Warga menyampaikan bahwa saat ini Pustu di Petuk Bukit kekurangan tenaga kesehatan. Ini tentu berdampak langsung pada pelayanan,” ucapnya, Selasa (14/04/2026).

Kondisi tersebut terjadi setelah tenaga kesehatan yang sebelumnya bertugas di lokasi itu dipindahtugaskan. Akibatnya, pelayanan kesehatan tidak berjalan optimal.

“Dampaknya cukup dirasakan masyarakat. Untuk berobat, warga harus pergi ke wilayah Tangkiling atau bahkan ke pusat Kota dengan waktu tempuh sekitar satu jam,” tambahnya.

Selain itu untuk penyakit ringan seperti demam, batuk, atau flu saja, warga harus menempuh perjalanan jauh. Ini jelas memberatkan.

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah kota diminta segera mengambil langkah konkret agar pelayanan kesehatan di wilayah tersebut kembali normal,” lanjutnya.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah penerapan sistem perbantuan tenaga medis dari fasilitas kesehatan terdekat. Dengan sistem tersebut, tenaga kesehatan bisa dijadwalkan untuk bertugas di Pustu Petuk Bukit pada hari-hari tertentu.

“Bisa diatur jadwalnya, sehingga pelayanan tetap berjalan meskipun belum ada penempatan tenaga tetap,” tuturnya.

Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Karena itu, ketersediaan tenaga kesehatan harus menjadi perhatian serius.

“Aspirasi ini akan kami sampaikan dan kami perjuangkan agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kota,” ungkapnya.

(rn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!